PEMERINTAH SIAPKAN 4 SKENARIO PEMINDAHAN ASN KE IKN
PEMERINTAH SIAPKAN 4 SKENARIO PEMINDAHAN ASN
KE IKN
Pemerintah telah menyiapkan empat
skenario pemindahan aparatur sipil negara (ASN) ke Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dalam memindahkan ASN ke IKN, pemerintah akan melihat realisasi pembangunan
sistem pendukung di IKN.
“Ada (skenario) 1,2,3, dan 4. Kira-kira
seperti itu karena nanti fungsi yang pelayanan bisnis bisa masih di Jakarta,
tapi fungsi pendukung kebijakan nanti ada di sana,” kata Menteri Pendayagunaan
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Abdullah Azwar Anas dikutip
dari Antara, Rabu (19/10/2022).
Empat skenario tersebut adalah pertama
pemindahan sebanyak 2.000 ASN, kedua sebanyak 5.700 ASN, ketiga sebanyak 60.000
ASN, dan keempat sebanyak 100.000 ASN.
Pemindahan ASN, mulai berjalan di 2024.
Sedangkan pemilihan skenario pemindahan tersebut berdasarkan jumlah aparatur
atau sumber daya manusia (SDM) ASN terpilih.
Selain itu, dalam memindahkan ASN ke
IKN, pemerintah akan melihat realisasi pembangunan sistem pendukung di IKN,
seperti penyediaan tata ruang, ketersediaan kantor, dan prioritas dalam urusan
pemerintahan.
Saat ini, kata Azwar, pemerintah sedang
menyiapkan transformasi secara menyeluruh di IKN, termasuk untuk tata kerja
ASN. Dia mencontohkan salah satu bentuk transformasi itu adalah pemangkasan
sistem layanan kepegawaian.
“Yang tadinya 11 tahap bersama Badan
Kepegawaian Negara (BKN) dipangkas menjadi tiga tahap. Orang mengurus naik
pangkat, mutasi, kemudian mau pensiun tidak perlu lama seperti sekarang. Maka
perlu transformasi sistem ASN,” ujar dia.
Menurut Azwar, pemerintah ingin agar ASN
pindah ke IKN dengan senang hati, bukan karena paksaan. Oleh karena itu,
pemerintah membangun terlebih dahulu infrastruktur dan daya dukung yang memadai
di IKN sebelum terjadi pemindahan ASN.
“Daya dukung pendidikan, kesehatan, dan
lingkungan itu menjadi bagian yang tidak terpisahkan,” ujarnya.
Azwar mencontohkan bentuk infrastruktur
yang memadai itu adalah pembangunan sekolah dari jenjang TK hingga perguruan
tinggi dengan kualitas yang baik. Kemudian, fasilitas umum seperti rumah sakit,
tempat beribadah, dan fasilitas sosial akan dibangun secara memadai.
“Udaranya bagus, kendaraan tidak ada
polusi, dan semuanya listrik. Orang akan pindah ke sana,” katanya.

Komentar
Posting Komentar