Postingan

Menampilkan postingan dengan label BAHAS KRISIS GLOBAL

KEAKRABAN JOKOWI DENGAN PANGERAN UAE BUKA JALAN HUBUNGAN DAGANG

Gambar
  KEAKRABAN JOKOWI DENGAN PANGERAN UAE BUKA JALAN HUBUNGAN DAGANG   Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan menyempatkan diri shalat maghrib di Masjid Raya Sheikh Zayed, Surakarta (Solo), setelah sebelumnya menjalankan beberapa agenda Kementerian di Solo, pada Senin (21/11/2022).   Lebih lanjut kata Zulhas, sapaan akrabnya, hadirnya Masjid Raya Sheikh Zayed Surakarta ini menjadi bukti hubungan billateral Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) semakin erat dan semakin baik. Ini juga menurutnya akan berdampak terhadap hubungan dagang antara Indonesia dengan UEA.   "Kedua presiden berhubungan baik, hubungan billateral kedua negara baik, ini Pak Presiden sudah membuka jalan yang sangat penting bagi hubungan dagang kita dengan UEA," katanya melalui pernyataan tertulis, dikutip Selasa (22/11/2022).   Mantan Ketua MPR ini bilang, saat ini Kementerian Perdagangan sedang menyusun rencana Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan UE...

WARNING KRISIS 8 BULAN LAGI

Gambar
                    WARNING KRISIS 8 BULAN LAGI   Di sela-sela rangkaian kunjungannya ke Washington DC, dalam rangka G20, Menteri Keuangan Sri Mulyani berbagi peringatan keras soal krisis.   Dia memperkirakan krisis pangan akan menghampiri dunia dalam kurun waktu 8-12 bulan ke depan.   Menurut Sri Mulyani, krisis pangan ini akan diperparah dengan ketersediaan pasokan pupuk dunia.   "Masalah pupuk hari ini akan memiliki dampak pada ketersediaan pangan atau bahkan krisis pangan dalam 8-12 bulan ke depan," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers, The 1st Joint Finance and Agriculture Ministers Meeting.   Potensi krisis ini menjadi kekhawatiran bersama di antara negara G20, Bank Dunia, ADB dan FAO terkait dengan pupuk.   "Jadi kita akan menuju 2023 dengan risiko tinggi dengan masalah pangan ini," lanjutnya.   Untuk menangani ancaman krisis ini, Sri Mulyani mendorong Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) dan ...

PESAN JOKOWI KEPADA PARA MENTERI: HATI-HATI AMBIL KEBIJAKAN DI TENGAH KETIDAKPASTIAN GLOBAL

Gambar
                 Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya untuk berhati-hati dalam mengambil kebijakan di tengah ketidakpastian global yang memberikan tekanan pada pemulihan ekonomi dunia dan meningkatkan kekhawatiran akan risiko resesi. Presiden mengungkapkan telah ada 28 negara yang meminta bantuan dari Dana Moneter Internasional (IMF).   Arahan tersebut diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna (SKP) yang dipimpin oleh Presiden Jokowi, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (11/10/2022).   “[Sebanyak] 14 sudah masuk dan 14 dalam proses. Tentu ini magnitude-nya lebih besar daripada krisis di tahun ’98, di mana krisis di tahun ‘98 itu di beberapa negara ASEAN. Nah tentu Bapak Presiden juga mengingatkan untuk mengambil kebijakan secara berhati-hati,” ujar Airlangga.   Menko Perekonomian mengungkapkan, IMF juga telah memangkas pr...

PRESIDEN JOKOWI BERTEMU PARA PIMPINAN LEMBAGA NEGARA BAHAS KRISIS GLOBAL

Gambar
                 Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan dengan para pimpinan lembaga negara di Istana Negara, Jakarta, Jumat (12/08/2022). Dalam keterangannya selepas pertemuan, Presiden menyampaikan bahwa pertemuan tersebut membahas tentang krisis global yang sedang terjadi di beberapa negara di dunia, mulai dari krisis pangan, krisis energi, hingga krisis keuangan. “Kita berbicara mengenai krisis global yang berkaitan dengan krisis pangan, krisis energi, dan juga krisis keuangan. Kita berbagi, sharing mengenai hal-hal yang berkaitan dengan domestik kita, baik yang berkaitan dengan pangan, yang berkaitan dengan energi, dan juga yang berkaitan dengan keuangan,” ujar Presiden.   Selain itu, Kepala Negara menuturkan bahwa pertemuan tersebut juga membahas tentang subsidi pemerintah dalam rangka mengantisipasi kenaikan harga energi. Presiden menyebut, saat ini Indonesia telah memberikan jumlah subsidi yang cukup besar dengan me...