4 NEGARA MAJU HAPUS HUTAN RI
Di tengah beban utang yang mengunung,
pemerintah mendapatkan 'durian runtuh'. Empat negara maju menghapus utang
Indonesia.
Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur
Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman
beberapa waktu lalu.
Dia mengatakan terdapat empat negara
kreditur, yang telah berkomitmen untuk menghapus utang Indonesia.
Keempat negara yang menghapus utang
Indonesia di antaranya Jerman, Italia, Australia, dan Amerika Serikat.
Penghapusan utang Indonesia tersebut dilakukan lewat program debt swap.
Debt swap adalah cara pembayaran atau
penghapusan utang yang dilakukan dengan mekanisme pertukaran utang dalam bentuk
saham atau investasi kegiatan.
Menurut Luky, jumlah utang yang dihapus
mencapai US$ 303 juta. Sementara itu, yang sudah terealisasi sebesar US$ 261
juta dengan 175 proyek.
"Kalau kita lihat, so far program
debt swap yang sudah dilakukan itu totalnya ekuivalen US$ itu totalnya ada 334
juta," ujar Luky dalam Media Briefing: Update Penyaluran Bansos dan
Pembiayaan di Kementerian Keuangan pekan lalu, dikutip Kamis (13/10/2022).
Luky menjelaskan, debt swap dengan
kreditur Jerman dilakukan untuk beberapa proyek seperti pendidikan, edukasi,
global fund hingga kesehatan. Kemudian, proyek bersama Italia meliputi housing
dan settlement.
Sementara dengan Australia, berkaitan
dengan kesehatan atau debt to health untuk kesehatan. Serta dengan AS yakni
debt to tropical forest.
Dia menuturkan debt swap itu bersifat
dua arah. Apabila tendernya menang, dia mengaku sangat terbuka akan hal itu.
"Kadang-kadang kita menawarkan,
tapi juga tergantung dari tendernya seperti apa," kata Luky.
Adapun, per Agustus 2022, total utang
pemerintah sebesar Rp7.236,6 triliun. Dari nilai tersebut, rasio utang terhadap
produk domestik bruto (PDB) atau debt to GDP per Agustus 2022 mencapai 38,3%.
Sementara itu, Utang Luar Negeri (ULN)
Indonesia per Juli 2022 kembali menciut. Posisi ULN Indonesia pada akhir Juli
2022 tercatat sebesar US$ 400,4 miliar atau Rp 5.965,96 triliun (Rp
14.900/US$).
Realisasi itu turun dibandingkan dengan
posisi ULN pada bulan sebelumnya sebesar US$ 403,6 miliar. Secara tahunan,
posisi ULN Juli 2022 mengalami kontraksi sebesar 4,1% (yoy), lebih dalam
dibandingkan dengan kontraksi pada bulan sebelumnya yang sebesar 3,2% (yoy).
BI mencatat ULN Pemerintah pada Juli
2022 melanjutkan tren penurunan. Posisi ULN Pemerintah pada Juli 2022 sebesar
US$ 185,6 miliar, lebih rendah dari posisi bulan sebelumnya sebesar US$ 187,3
miliar.

Komentar
Posting Komentar