ABDULLAH AZWAR ANAS TEKANKAN DIGITALISASI DI TUBUH KEMENPANRB
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara
dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Abdullah Azwar Anas menjabarkan tiga prioritas
utama reformasi birokrasi yang dampaknya bisa dirasakan secara langsung, yaitu
penanganan kemiskinan, peningkatan investasi, serta digitalisasi.
Baginya, digitalisasi adalah sebuah
keniscayaan. Anas mengungkapkan, ada pola pikir yang berpendapat bahwa mengurus
perizinan di pelayanan pemerintah lebih rumit daripada mengurus urusan sektor
swasta yang bisa diselesaikan dengan smartphone.
Anas mencontohkan Kabupaten Banyuwangi,
daerah yang pernah dia pimpin ini para kepala desanya bisa melakukan tanda
tangan secara elektronik melalui gawai. Tidak lagi harus ke kantor dengan
setumpuk berkas. Daerah yang sudah menerapkan sistem ini bisa menularkan inovasinya
ke daerah lain yang sedang berkembang.
"Kedepannya ada Indonesia in your
hand. Tugas reformasi birokrasi ini meratakan agar semua bisa berjalan dengan
baik," katanya melalui pernyataan tertulis, Kamis (8/9/2022).
Lebih lanjut mantan Kepala LKPP ini
bilang, Kementerian PANRB bertugas untuk menjabarkan arahan dan program yang
ditetapkan Presiden Joko Widodo. Program yang dicanangkan butuh integrasi dan
bekerja secara kolektif untuk menyelesaikan suatu masalah.
Misalnya, penanggulangan kemiskinan dan penurunan
angka stunting yang menjadi prioritas Presiden. Reformasi birokrasi yang cepat
dan sensitif terhadap masalah sosial bisa membantu menyelesaikan masalah itu
dengan tepat.
"Sederhana saja, misalnya kalau
semua guru, semua ASN, mengampu satu orang stunting, ini bisa selesai,"
lanjut Anas.
Prioritas berikutnya, reformasi
birokrasi untuk mendorong tumbuhnya investasi. Dalam konteks ini, sambung Anas,
pelayanan perizinan dan non-perizinan harus baik, efisien, efektif, dan tidak
berbelit.
Dari sisi lain, tugas Kementerian PANRB
adalah memastikan bahwa setiap ASN memiliki sasaran kinerja yang jelas. Tentu
masing-masing ASN harus bertanggung jawab atas target yang ditetapkan oleh
organisasinya.
"Sebagian tidak tahu mau
mengerjakan apa dan apa targetnya. Tugas kita mendorong semua pihak agar ASN
tahu mengerjakan apa," ungkap pria yang pernah menjabat sebagai Bupati
Banyuwangi selama dua periode ini.

Komentar
Posting Komentar